Download
You can download all my served files here…
Enjoy!
Tentang Qoru

Abdul Qohar Salilama, ST lahir di Gorontalo, sebuah kota di utara Sulawesi pada tanggal 1 Agustus 1983. Menghabiskan sebagian besar usianya jauh dari orang tua merupakan sebuah ironi mengingat ia adalah putra tunggal dari keluarganya. Dimulai pada 1995 dengan mengambil pendidikan agama di Pondok Pesantren Al-Falah, kemudian dilanjutkan dengan pendidikan SLTA di sekolah berasrama SMU Insan Cendekia Gorontalo sampai tahun 2001.
Selanjutnya ia meraih gelar Sarjana Teknik di Sekolah Tinggi Teknologi Telkom Bandung dan kemudian kembali ke kota kelahirannya pada awal tahun 2007. Tanggal 12 Januari 2008 kemarin pria rebutan ini akhirnya menambatkan hatinya ke seorang gadis mantan teman baiknya semasa kuliah dulu.
Tokoh yang terkenal dengan pesonanya ini menghabiskan waktu sehari-harinya dengan membaca, menulis, dan main game. Sebagian besar tulisannya disimpan di komputer pribadinya. Salah satu tulisannya adalah “Presiden atau Raja?”, yang mengkritisi instruksi SBY untuk hemat energi tepat besoknya setelah menyelenggarakan pesta pernikahan anaknya secara besar-besaran (yang merupakan pemborosan energi, mending kalo bayar…) yang tidak dihadiri oleh satupun rakyat kecil (“Semalam ke mana aja, Pak? Koq baru skarang HEMAT ENERGI?”, yang pernah dikirimkan ke Kompas On-Line namun tidak pernah dimuat karena ke-pengecut-an harian tersebut.
Saat ini beliau bekerja sebagai PNS dan menyatakan perdamaiannya dengan pemerintah yang semasa kuliahnya sangat dimusuhinya karena yakin karirnya akan terhambat jika dia berlaku jujur dan membela bangsanya dengan sepenuh hati.
Pria yang sangat tampan ini yakin bila ia terus-menerus ceplas-ceplos seperti ini dan terus menggunakan namanya yang ke-Islam-Islam-an tersebut, maka tidak lama lagi beliau akan diincar oleh Badan Intelejen Nyasar dan dituduh sebagai terorist bahkan mungkin dibunuh seperti halnya Alm. Munir, semoga Allah merahmatinya.
Beliau menyadari bahwa hanya dengan melepaskan idealismenya sebagai negarawan dan integritasnya sebagai Muslimlah yang akan membuat hidupnya tenang dan aman di Republik ini, sehingga beliau memohon beribu maaf kepada pihak-pihak yang tersinggung karena kebenaran yang dipaparkannya.
Nothing’s Greater than ALLAH! <– Maaf, ini bukan slogan teroris.
-
I Tell You About
Categories
Archives
- July 2008 (2)
- May 2008 (2)
- April 2008 (6)
- March 2008 (3)
-
They Said
Qoru on Kenapa Gak Gua Aja yang Jadi… Name (required) on Kenapa Gak Gua Aja yang Jadi… Qoru on Kenapa Gak Gua Aja yang Jadi… Name (required) on Kenapa Gak Gua Aja yang Jadi… Qoru on Kenapa Gak Gua Aja yang Jadi… e-Book
SIC
something