Tenaga Dalam: Kuat, Sehat, Santai…

Selain untuk bela diri, tenaga dalam juga dapat digunakan untuk kesehatan, relaksasi, deteksi atau mengirim kekuatan jarak dekat dan jauh, bahkan untuk mendapatkan kekebalan secara fisik. Really???
Tubuh kita sebenarnya memiliki dua jenis tenaga. Fisik dan metafisik. Tenaga fisik adalah yang sering kita gunakan sehari-hari. Sementara tenaga metafisik (tenaga dalam) dihasilkan oleh energi (bioplasmik) yang meliputi tubuh. Dalam keadaan normal, energi ini tidak disadari dan digunakan secara optimal.
Tenaga dalam berpusat di solar plexus sekitar 2 cm di bawah pusar. Di situ terdapat jaringan sel, otot, dan memiliki fungsi fisiologi terbanyak dibandingkan dengan bagian tubuh lain. Peredaran darah terbesar juga ada di wilayah itu.
Sebenarnya tubuh kita memiliki 7 titik energi (cakra). Tulang ekor, organ seks, pusat napas (2 cm di bawah pusar), kelenjar timus di tengah dada, kelenjar tiroid di pangkal tenggorokan, kelenjar hipfisa di antara alis, dan kelenjar hipotalamus di ubun-ubun.
Dengan membangkitkan tenaga dalam secara benar melalui pelatihan, tubuh akan terbiasa dengan kondisi keterbatasan oksigen sehingga dalam kondisi normal tubuh terasa bugar. Namun ketika terserang penyakit, tubuh mampu bertahan. Dengan selalu menyalurkan tenaga dalam ke tubuh sendiri lama-kelamaan penyakit bias dikendalikan. Bahkan pada taraf tertentu tenaga dalam dapat disalurkan untuk menyembuhkan orang lain dari jarak jauh.
Berdasarkan frekuensi dan cara membangkitkannya, tenaga dalam dapat dibedakan dalam empat tingkatan, yakni tenaga prana, tenaga napas, tenaga inti, dan tenaga spiritual.
Tenaga Prana (metafisik rendah)
Diperoleh dengan mengatur jalan napas, kemudian dengan kekuatan pikiran menyerap tenaga alam melalui titik-titik cakra. Tenaga ini dapat disalurkan ke bagian tubuh yang dikehendaki atau disalurkan kepada orang atau benda lain. Tanpa pembukaan cakra tubuh pun, tenaga ini dapat dimanfaatkan dengan konsentrasi dan berlatih terus-menerus.
Tenaga Napas (metafisik menengah)
Diperoleh dari berlatih pernapasan setelah cakra-cakra tubuh dibuka. Pelatihan pernapasan ini memaksimalkan pemanfaatan udara yang dihirup dan mengubahnya menjadi energi yang tersimpan dalam solar plexus, dan dapat dikeluarkan melalui cakra-cakra yang diinginkan.
Tenaga Inti (hipermetafisik)
Didapat dari pembukaan pusat (inti) tenaga dalam. Umumnya, pusat tenaga ini berada di tengah-tengah tubuh (perut), tapi ada juga yang berada di sekitar dada. Untuk memanfaatkannya tidak perlu pelatihan napas, melainkan melatih pusat tenaga tadi dengan cara tertentu.
Tenaga Spiritual (suprametafisik)
Berasal dari keimanan kepada Sang Pencipta yang terdapat dalam hati nurani yang bersih, yang merupakan fitrah dari Allah SWT. Tenaga ini merupakan tenaga paling kuat dan biasanya datang dengan sendirinya. Tenaga ini bias didapatkan walaupun tanpa berguru pada siapapun dan di perguruan manapun.
Olah napas perut akan meningkatkan kapasitas maksimal paru-paru menghirup oksigen. Sementara gerakan tetap dan berulang serta berirama akan memaksa kita berkonsentrasi pada satu hal, sehingga dapat merasakan kegiatan dalam tubuh, diantaranya peredaran darah dan arus energi yang mengumpul di sekitar pusar.
Melalui olah napas dan gerak itu sel-sel tubuh bias memiliki daya tahan dalam kondisi kekurangan oksigen. Sel-sel tubuh menjadi efisien dalam menggunakan okseigen, yang berarti kemampuan fungsional dan kesehatan sel meningkat. Pada tingkatan lebih lanjut, kekuatan sel memungkinkan untuk melakukan penyembuhan penyakit.
BerLanjut…
Disadur dari Intisari edisi Juni 2005: Tenaga Dalam Tak Cuma Milik Jaka Sembung.
2008, April 24 - Posted by Qoru | Health & Wealth | metafisik, prana, solar plexus, spiritual, tenaga dalam | 2 Comments
2 Comments »
Leave a comment
Tentang Qoru

Abdul Qohar Salilama, ST lahir di Gorontalo, sebuah kota di utara Sulawesi pada tanggal 1 Agustus 1983. Menghabiskan sebagian besar usianya jauh dari orang tua merupakan sebuah ironi mengingat ia adalah putra tunggal dari keluarganya. Dimulai pada 1995 dengan mengambil pendidikan agama di Pondok Pesantren Al-Falah, kemudian dilanjutkan dengan pendidikan SLTA di sekolah berasrama SMU Insan Cendekia Gorontalo sampai tahun 2001.
Selanjutnya ia meraih gelar Sarjana Teknik di Sekolah Tinggi Teknologi Telkom Bandung dan kemudian kembali ke kota kelahirannya pada awal tahun 2007. Tanggal 12 Januari 2008 kemarin pria rebutan ini akhirnya menambatkan hatinya ke seorang gadis mantan teman baiknya semasa kuliah dulu.
Tokoh yang terkenal dengan pesonanya ini menghabiskan waktu sehari-harinya dengan membaca, menulis, dan main game. Sebagian besar tulisannya disimpan di komputer pribadinya. Salah satu tulisannya adalah “Presiden atau Raja?”, yang mengkritisi instruksi SBY untuk hemat energi tepat besoknya setelah menyelenggarakan pesta pernikahan anaknya secara besar-besaran (yang merupakan pemborosan energi, mending kalo bayar…) yang tidak dihadiri oleh satupun rakyat kecil (”Semalam ke mana aja, Pak? Koq baru skarang HEMAT ENERGI?”, yang pernah dikirimkan ke Kompas On-Line namun tidak pernah dimuat karena ke-pengecut-an harian tersebut.
Saat ini beliau bekerja sebagai PNS dan menyatakan perdamaiannya dengan pemerintah yang semasa kuliahnya sangat dimusuhinya karena yakin karirnya akan terhambat jika dia berlaku jujur dan membela bangsanya dengan sepenuh hati.
Pria yang sangat tampan ini yakin bila ia terus-menerus ceplas-ceplos seperti ini dan terus menggunakan namanya yang ke-Islam-Islam-an tersebut, maka tidak lama lagi beliau akan diincar oleh Badan Intelejen Nyasar dan dituduh sebagai terorist bahkan mungkin dibunuh seperti halnya Alm. Munir, semoga Allah merahmatinya.
Beliau menyadari bahwa hanya dengan melepaskan idealismenya sebagai negarawan dan integritasnya sebagai Muslimlah yang akan membuat hidupnya tenang dan aman di Republik ini, sehingga beliau memohon beribu maaf kepada pihak-pihak yang tersinggung karena kebenaran yang dipaparkannya.
Nothing’s Greater than ALLAH! <– Maaf, ini bukan slogan teroris.
-
I Tell You About
Categories
Archives
- July 2008 (2)
- May 2008 (2)
- April 2008 (6)
- March 2008 (3)
-
They Said
budi on Perayaan Sebulan Bebas Rokok (… ic serpong on Televisi Indonesia, Ajang… Qoru on Televisi Indonesia, Ajang… ic serpong on Televisi Indonesia, Ajang… Qoru on Pengumuman e-Book
SIC
-
something
postinganx bgus bnget y!trus gemana crx berlatih biar tenaga dalam kita bisa bangkit,mohon pencerahanx.
Paling cepat, lu harus nyari guru yang bisa. Tapi hati-hati, dalam dunia persilatan ada ilmu putih dan ada ilmu hitam. Ilmu hitam biasanya dibantu ama setan. Pada dasarnya keduanya berasal dari diri sendiri. Jadi kalo asalnya dari diri sendiri ngapain ngikut sertain setan?
Paling mudah adalah melalui jalur spiritual. Agama apapun elu. Karena tenaga dalam berasosiasi dengan bagian paling dasar dari diri kita, yaitu alam bawah sadar (God Spot). Ingat, kita adalah ruh dalam kemasan jasad. Kemudian, tambahkan dengan latihan pernapasan. Elu bisa terinspirasi jika melihat orang yang melakukan yoga.